Dekrit Indukgensi (Pengampunan) Khusus Saat Wabah Covid-19

ilustrasi

Dekrit Penitensiaria Apostolik tentang Pemberian Indulgensi Khusus bagi Umat Beriman dalam Pandemi Saat ini (20 Maret 2020). Terjemahan tidak resmi oleh Rm. Adrianus Suyadi, SJ

Karunia indulgensi (pengampunan) khusus ini diberikan kepada umat beriman (Katolik) yang terjangkit wabah -19, yang umumnya disebut Coronavirus, dan juga kepada para dokter, tenaga medis, anggota keluarga dan semua orang yang dalam berbagai kapasitasnya, termasuk melalui doa, merawat mereka.

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa” (Roma 12:12). Kata-kata yang ditulis oleh Paulus kepada di Roma bergema sepanjang Gereja dan membimbing pertimbangan umat beriman dalam berhadapan dengan semua penderitaan, penyakit dan bencana.

Saat ini di mana seluruh umat manusia terancam oleh penyakit yang tidak kasat mata dan berbahaya, yang saat-saat ini telah menjadi bagian seluruh hidup kita, ditandai dengan ketakutan yang menyesakkan dari waktu ke waktu, ketidakpastian baru dan di atas segalanya penderitaan fisik dan moral yang meluas.

Gereja, mengikuti teladan Sang Guru Ilahi, selalu punya kepedulian kepada orang yang sakit hatinya. Seperti yang ditunjukkan oleh Santo Yohanes Paulus II, nilai penderitaan manusia ada dua: “penderitaan supernatural karena berakar dalam misteri ilahi penebusan dunia, dan yang juga sangat manusiawi, karena di dalamnya orang menemukan dirinya, kemanusiaannya, martabatnya, dan perutusannya” (Surat Apostolik Salvifici Doloris, 31).

Demikian pula Fransiskus, pada hari-hari ini, menunjukkan kedekatan kebapaannya dan terus mengajak kembali untuk berdoa tanpa henti bagi mereka yang sakit karena terinfeksi Coronavirus.

Dengan demikian semua orang yang menderita karena wabah COVID-19, persisnya dalam misteri penderitaan ini, semoga dapat menemukan kembali “penderitaan penebusan Kristus yang sama” (ibid., 30), Penitensiaria Apostolik, atas dasar otoritas Sri Paus, percaya pada sabda Kristus Tuhan dan mempertimbangkan dengan semangat keyakinan akan epidemi yang sedang terjadi ini, dihidupi dengan semangat pertobatan pribadi, memberikan karunia indulgensi sesuai dengan kondisi berikut ini.

Indulgensi penuh diberikan kepada umat beriman yang menderita (terjangkit) Coronavirus, yang diisolasi atas perintah otoritas kesehatan di rumah sakit atau di rumah mereka sendiri jika, dengan semangat menjauhkan diri dari dosa, mereka bersatu secara rohani lewat media untuk merayakan Ekaristi, berdoa Rosario, berdoa jalan salib dan bentuk-bentuk lain, atau jika sekurang-kurangnya mereka mendoakan Sahadat, Bapa Kami, devosi kepada Bunda Maria yang Terpuji, mempersembahkan pencobaan ini dalam semangat iman kepada Allah dan berbuat amal kasih kepada saudara-saudari mereka dengan kemauan untuk memenuhi (kewajiban mereka ketika) kondisi-kondisi normal (sakramen pengakuan, komunika Ekaristi dan doa menurut intensi Bapa Suci), sesegera mungkin.

Para tenaga medis, keluarga mereka dan mereka yang, karena mengikuti teladan Orang Samaria yang Baik Hati, yang mengambil risiko penularan pada diri mereka, merawat para penderita infeksi Coronavirus sesuai dengan sabda Sang Penebus Ilahi: “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13), akan mendapatkan anugerah indulgensi penuh dalam kondisi yang sama.

Penitensiaria Apostolik ini juga secara cuma-cuma memberikan indulgensi penuh dalam kondisi yang sama pada saat epidemi dunia saat ini, kepada mereka yang setia mengunjungi Sakramen Maha Kudus, atau membaca sekurang-kurangnya setengah jam, atau berdoa Rosario, atau melakukan devosi jalan salib, atau berdoa litani Kerahiman Ilahi, atau memohon kepada Allah untuk mengakhiri pandemi ini, membantu mereka yang menderita dan keselamatan kekal bagi mereka yang telah dipanggil Tuhan menghadap-Nya.

Gereja berdoa bagi mereka yang tidak bisa menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit dan Komuni Suci, menyerahkan mereka masing-masing kepada Kerahiman ilahi atas dasar nilai kesatuan dengan para kudus dan memberikan kepada umat beriman Indulgensi Penuh saat menjelang kematian mereka, asalkan mereka telah mendoakan beberapa doa selama hidup mereka (dalam hal ini Gereja membuat tiga kondisi yang biasanya diminta). Untuk mendapatkan indulgensi ini, penggunaan patung atau salib disarankan (cf. Enchiridion indulgentiarum, no.12).

Semoga Perawan Maria yang Terpuji, Bunda Allah dan Bunda Gereja, Kesehatan bagi yang sakit, Penolong bagi , Pengacara kita, membantu umat manusia yang menderita, menyelamatkan kita dari keburukan pandemi ini dan membantu mendapatkan hal-hal yang kita perlukan untuk keselamatan dan kekudusan kita.

Keputusan ini berlaku jika tidak ada ketentuan yang bertentangan dengannya.

Ditetapkan di Roma, dari Kantor Penitensiaria Apostolik, pada tanggal 19 Maret, 2020.

Mauro Cardinal Piacenza.
Tribunal Tertinggi Penitensiaria Apostolik

Alih bahasa oleh Adrianus Suyadi (unofficial translation),
Sumber: press.vatican.va

Lainnya

Skor Artikel

Related posts

Tentang Admin

Admin
Website ini adalah salah satu bentuk pelayanan untuk Paroki Bekasi Utara, Gereja Santa Clara Silahkan kirimkan tulisan anda melalui email : santaclarabekasi@gmail.com

Lainnya

Santo Yohanes dari Damaskus

Santo Yohanes dari Damaskus : 4 Desember

St. Yohanes dari Damaskus (John Damascene) hidup pada abad 7 – 8. Ia dilahirkan di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *