Home / Iman Katolik / Renungan / Menanggapi Panggilan Yesus

Menanggapi Panggilan Yesus

Senin, 19 November 2018

Senin, 19 November 2018
Bacaan I :   Why. 1:1-4 ; 2:1-5a
Bacaan Injil   :   Luk. 18:35-43

MENANGGAPI PANGGILAN YESUS

Kisah penyembuhan orang buta yang dikisahkan dalam bacaan injil hari ini merupakan salah satu penggenapan kabar baik atau kabar keselamatan yang diajarkan Yesus di rumah ibadat  yang dikisahkan dalam Luk.4:16-21.

Kabar keselamatan bagi seorang buta yang imannya bertransformasi dari ‘duduk dan mengemis’di pinggir jalan menjadi ‘berdiri dan berjalan’mengikuti Yesus.

Bagaimana transformasiiman orang buta ini terjadi?

Pertama, berseru kepada Yesus.
Orang buta yang menyadari kekurangan fisiknya, juga sadar bahwa hanya melalui pendengaran ia berharap dapat bertemu dengan Yesus. Dalam kelemahannya, ia memiliki kepercayaan yang istimewa yang ditunjukkan dengan berseru dua kali melawan rintangan dan meminta belas kasihan kepada Yesus : “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”.

Bagi kita, dalam perjuangan hidup yang penuh rintangan ini,kita diminta untuk mengimani-Nya dengan sungguh-sungguh dengan mendengarkan sabda-Nya serayabersyukur dan berdoa memohon belas kasihan dari pada-Nya.

Kedua, menanggapi PANGGILAN Yesus.
Orang buta itu tidak langsung disembuhkan oleh Yesus dengan menghampirinya seperti dalam penyembuhan orang buta di Betsaida (Mrk 8:22-25) dan di Yerusalem (Yoh 9:1-41), tetapi diceritakan Yesus menyuruh orang lain membawa orang buta itu kepada-Nya. Artinya ada peran orang lain dalam proses pemanggilan orang buta ini.

Yesus mengajarkan orang buta itu untuk bangkit berdiri walau harus dengan bantuan orang lain, berusaha berjalan menghampiri-Nya walau buta dan bukannya hanya duduk berseru menunggu kesembuhan tanpa melakukan usaha apapun.

Bagi kita, kita diajarkan untuk memiliki komitmen dan usaha dalam menanggapi PANGGILAN Yesus, baik berusaha sendiri ataupun bersama-sama dalam komunitas dengan melaksanakan kehendak-Nya sesuai panggilan kita masing-masing.

Ketiga, berjalan mengikuti Yesus.
Orang buta pada akhirnya disembuhkan oleh Yesus karena imannya. Iman yang membawa keselamatan melebihi kesembuhan fisik. Iman yang membuatnya dapat melihat siapakah Yesus dan apa makna perjalanan-Nya. Orang buta ini telah bertransformasi, dari sebelumnya duduk di pinggir jalan, kini berjalan mengikuti Yesus menuju ke Yerusalem, jalan penderitaan, kematian dan kebangkitan yang juga merupakan jalan keselamatan.

Bersama orang buta, kita diajarkan untuk dapat melihat siapakah Yesus sesungguhnya, sambil berjalan bersama-Nya di dalam jalan kebenaran yang akan membawa kita kepada keselamatan kekal.

Tentang Admin

Lainnya

Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah

Kamis, 15 November 2018 Kamis, 15 November 2018 Bacaan: Flm.1:7-20; Luk.17:20-25 Filemon adalah seorang Kristen, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *