Pastor Kristinus C. Mahulae, OFMCap (Pastor Rekan)

Pastor Kristinus C. Mahulae, OFM Cap.

Pertama kali berjumpa Romo Kris, kesan yang segera mengemuka adalah sikap ramah, tenang, murah senyum namun berwibawa. Setiap orang yang berpapasan dengannya pasti mendapat hadiah senyuman. 

Ketika ia menjadi konselebran pendamping dalam pelantikan pengurus wilayah dan lingkungan St Clara, minggu 10 Februari 2019, ia memperkenalkan diri untuk pertama kalinya di hadapan umat Clara dalam jumlah yang banyak. 

Lalu ketika berkhotbah baik dalam Misa di kapel maupun di lingkungan, banyak umat terkesan dan menyukai khotbahnya. “Dia seperti mengajar. Kata-katanya sederhana. Cocok untuk kita-kita,” ujar Camilus Mollo, ketua lingkungan Konrad 1. 

Lantas, siapakah sosok imam yang ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 28 Juni 1981 di Pematang Siantar oleh Mgr AGP Datubara, Agung Medan? Untuk mengenal lebih dalam kami mengajak Anda semua menyimak hasil bincang-bincang singkat kami bersama dengannya.

Sebelum berkarya di Paroki St Clara, Romo Kris yang adalah ahli Kitab Suci ini berkarya di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi [STFT] St Yohanes, Pematang Siantar sebagai dosen Kitab Suci.  Dari tahun 1985  sampai tahun 2017 ia berkarya disana. Pada tahun 2017 mencapai masa purna bakti dari STFT. Kemudian oleh pimpinan Kapusin Medan ia ditugaskan untuk berkarya di paroki kita St Clara.

Romo Kristinus Celestinus Mahulae, OFMCap Berasal dari keluarga yang sangat taat. Dia dan lima saudaranya merupakan buah cinta pasangan Bapak J.L Mahulae [alm] dan Ibu A. Munthe. 

Ketika masih belia, Romo Kris sangat mengidolakan dan tertarik saat melihat kepribadian dan karya para pastor Kapusin yang berkarya di Keuskuan Agung Medan. Mereka sangat dekat dengan umat, tanpa batas mereka melayani umat dari semua kalangan dengan gembira dan tulus. Karena kesan yang amat mendalam tersebut, Kris remaja tertarik untuk menjadi imam.  Kesan ketulusan dan kesungguh-sungguhan yang para Kapusin perlihatkan itu, dan yang menggerakkannya untuk menjadi imam, selalu menginspirasi dan mengingatkannya untuk menjadi pelayan umat yang juga bersungguh-sungguh, bahkan menghayati ungkapan yang mengatakan bahwa Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani (Markus 10:45).

 

KesanPertama

Saat menginjakkan kaki pertama kali di Kapel Asri, Romo Kris sangat takjub melihat banyaknya umat yang mengikuti perayaan ekaristi pagi itu. Tenda di depan kapel tidak menampung. Bahkan banyak umat yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. 

Pemandangan seperti itu baru pertama kali  dia lihat. Pemandangan itu member kesan padanya bahwa umat di Paroki St Clara  ini rindu dan mau membangun hidup rohaninya. Kehadiran, perhatian dan sikap mereka itu juga memberi kesan keinginan untuk ikut serta membangun iman jemaat. “Semoga aku dapat ikut membangun iman jemaat dan kehidupan umat paroki St Clara yang berhikmat dan bermartabat,” demikian ucap Romo Kris. (C. Wahyuni)

Related posts

Tentang Komsos St Clara

Komsos St Clara
Website ini adalah salah satu bentuk pelayanan untuk Paroki Bekasi Utara, Gereja Santa Clara Silahkan kirimkan tulisan anda melalui email : santaclarabekasi@gmail.com

Lainnya

Perjalanan Yesus ke Emaus

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik : Minggu,18 April 2021

SANTACLARABEKASI.OR.ID Bacaan I : Kis 3:13-15.17-19 Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *