Home / Berita Utama / Berita Mingguan / Perayaan Natal 2018 Paroki Bekasi Utara

Perayaan Natal 2018 Paroki Bekasi Utara

Perayaan natal di Gereja Santa Clara tahun ini terasa berbeda dengan perayaan natal tahun-tahun sebelumnya. Pagi itu 25 Desember 2018, Misa Natal di Kapel Asri dilakukan secara konselebrasi lima orang imam, yaitu Romo Raymundus Sianipar, OFMCap, Romo Anselmus Haloho, OFMCap, Romo Hugolinus Malau, OFMCap, Romo Togu Nestor Sinaga, OFMCap dan Romo Jonam Sipayung, OFMCap. Sebagai selebran utama adalah Romo Raymundus. Adapun Romo Jonam adalah seorang romo tamu dimana beberapa tahun yang lalu pernah berkarya di paroki ini.

Dalam homilinya Romo Ray menyampaikan rasa gembiranya karena tak menyangka kehadiran umat yang demikian banyak pada Misa Natal pagi itu, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.Memang terlihat umat selain memenuhi kapel juga di sepanjang jalan yang dipasang tenda hingga berbelok sampai di depan warung nasi uduk.

Romo Ray melanjutkan homilinya, dalam Injil hari itu dikatakan bahwa Yohanes berbicara tentang Firman yang adalah Allah. Firman yang merupakan Sang Hikmat, Sang Bijaksana itu adalah Sang Hidup, dan Sang Hidup itulah Sang Pencipta. Dia datang melalui KerahimanNya ke dunia ciptaanNya sendiri, Dia merendah dengan menyatakan diriNya sungguh menjadi daging dengan segala keterbatasan yang tinggal bersama kita manusia.

Sesuai tema Natal tahun ini adalah : “Yesus Kristus Yang Lahir Adalah Hikmat Bagi Kita”,   dan hikmat itu sungguh-sungguh jadi karunia dari Allah yang memberi kita cinta yang sesungguhnya. Kerendahan hatiNyalah yang membuat Allah menjadi manusia,  yang bisa menyelamatkan manusia dengan darah Tuhan. Hendaknya kita belajar dari hikmat Tuhan, hikmat kerendahan hatiNya yaitu membuka Surga dan Dia datang ke bumi, yang memungkinkan Sang Sabda menjadi daging, memungkinkan kita akan kembali ke asal kita yang asli yaitu Surga yang sudah disediakan Tuhan bagi kita. Pada akhirnya, kerendahan hati itulah yang berkenan kepada Allah. Maka dosa pertama yang paling besar adalah ketidak rendah hatian, atau kesombongan.

Inilah puncak perayaan Natal sesungguhnya yang telah dimulai sejak malam harinya tanggal 24 Desember dalam Misa Malam Natal. Misa malam Natal diadakan dua kali di Kapel Asri yang dipimpin oleh Romo Hugo pada misa pertama dan Romo Rayserta Romo Togupada misa kedua, serta satu kali di Gedung Seroja dipimpin oleh Romo Ansel dan Romo Jonam.

Misa Natal 25 Desember 2018: Konselebrasi Romo Raymundus Sianipar, OFMCap, Romo Jonam Sipayung, OFMCap, Romo Togu Nestor Sinaga, OFMCap, Romo Hugolinus Malau, OFMCap, Romo Anselmus Haloho, OFMCap. ( Foto : Panitia Natal 2018)

Usai misa Natal umat diundang untuk mengikuti pesta rakyat yang digelar di jalan depan kapel. Setiap wilayah membuka lapak yang berisi aneka jajanan/panganan nusantara, ada nasi uduk, nasi bakar, dan kue-kue basah serta roti dan rebusan kacang, singkong, pisang dan ubi yang bisa dinikmati oleh umat secara gratis. Tak ketinggalan anggota DPH juga membuka lapak minuman teh dan kopi serta aqua yang ramai diserbu umat. (Threes YH)

Tentang Admin

Lainnya

Gambar pada Dinding Rumah Inang itu Menginspirasi

Sontak terbayang di pelupuk mata Romo Raymundus Sianipar OFM Cap, sebuah gambar yang menempel pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *