Siapakah Kaum Farisi?

Kaum Farisi

SANTACLARABEKASI.OR.IDDi dalam kaum Farisi sering digambarkan sebagai orang-orang yang sering memusuhi . Siapakah mereka sebenarnya? Menurut , keberadaan sekte Farisi lahir sekitar abad ke-3 sebelum masehi. Farisi sendiri artinya “yang terpisah” sehingga tujuan sekte ini adalah memisahkan diri dari pengajaran bangsa non- Yahudi yang mereka anggap ‘mencemari’ idealisme tradisi Yahudi (lih. 1 Mak 1:11; 2 Mak 4:14). Di masa penganiayaan Raja Antiokhus, kaum Farisi tampil sebagai kaum Yahudi yang mempertahankan agama dan tradisi Yahudi. Banyak di antara mereka menjadi (1 Mak 1:41). Maka, sekte Farisi sering dikenal dengan nama sekte Puritan Yahudi, sehingga menjadi kelas terpandang pada masa Yesus. Paulus mengakui bahwa Dia adalah dari kaum Farisi yang percaya akan kebangkitan badan (lih. Kis 23:6).

Kaum Farisi ini bersama dengan kaum Saduki berperan dalam menyerahkan Yesus untuk dihukum mati. Kaum Farisi menyerahkan Yesus ke pengadilan dengan tuduhan menghujat , sedangkan kaum Saduki menentang Yesus karena ajaran Yesus tentang kebangkitan orang mati, yang tidak mereka percayai. Setelah kebangkitan Yesus dan pertentangan dengan Roma (66-135), maka kaum Farisi kemudian praktis menjadi identik dengan kaum Yahudi. Dari merekalah kemudian dunia barat mengenal Yudaism (agama Yahudi) yang ditandai dengan ketahanan  idealisme religius dan patriotik terhadap ajaran dan tradisi Yahudi. Sekitar tahun 200 kaum Yahudi meng- edit kumpulan pendapat dan ketentuan para rabi, yang dikenal dengan Mishnah, yang merupakan dasar bagi kompendium ajaran Yahudi yang dikenal sebagai Talmud.

Kelompok Farisi adalah orang Yahudi yang mempertahankan Taurat Musa, dan mereka memegang kuat pengajaran tradisi Musa.  Sesungguhnya dari kacamata positif, mereka mempersiapkan jalan bagi pengajaran Kristiani, karena pengajaran mereka yang berdasarkan Tuhan yang satu (monotheism), pengajaran para nabi dan kepercayaan mereka akan kebangkitan orang mati. Namun di samping tendensi kerohanian yang kuat, kaum Farisi juga kemudian berkembang menjadi arogan dan menekankan formalitas yang berlebihan yang mensyaratkan detail-detail seremonial sampai mengabaikan ketentuan hukum moral yang lebih penting, yaitu yang berlandaskan kasih dan keadilan. Inilah yang dikecam oleh Yesus (lih. Mat 23: 23-28), dan karena kecaman ini, mereka ingin menangkap Yesus. Di mata mereka, Yesus melanggar hukum Taurat, dengan “melakukan pekerjaan” yaitu menyembuhkan pada hari Sabat, dengan berteman dengan pemungut cukai dan wanita berdosa, namun terlebih-lebih lagi, dengan mengaku sebagai Putera Allah. Mereka tidak bisa mengerti bahwa Yesus mengatakan bahwa Ia berasal dari Allah Bapa (Yoh 8:42), dan bahwa sebelum Abraham ada, Dia telah ada (Yoh 8:58). Walaupun mereka menantikan Mesias, namun gambaran dan harapan mereka tentang mesias adalah yang mesias yang menjadi pemimpin/ raja, sehingga mereka tidak bisa menerima Yesus yang tampil tidak sebagai raja, namun sebagai seorang yang miskin, tukang kayu dari Nazareth. Pandangan ini tetap ada dalam diri / Yahudi setelah kebangkitan Yesus: banyak dari mereka sulit percaya bahwa Mesias yang dijanjikan Allah datang ke dunia sebagai hamba yang wafat di salib. Ini merupakan batu sandungan bagi mereka. mengatakan:

“Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.” (1 Kor 1:20-25)

Sumber : katolisitas.org

Related posts

Tentang Komsos St Clara

Komsos St Clara
Website ini adalah salah satu bentuk pelayanan untuk Paroki Bekasi Utara, Gereja Santa Clara Silahkan kirimkan tulisan anda melalui email : santaclarabekasi@gmail.com

Lainnya

Perjalanan Yesus ke Emaus

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik : Minggu,18 April 2021

SANTACLARABEKASI.OR.ID Bacaan I : Kis 3:13-15.17-19 Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *